-->

Belajar Menggambar Saat Dewasa

Posting Komentar

 Menggambar

Pernah enggak, kalian bermimpi punya keahlian tertentu tapi sampai di usia yang udah enggak lagi muda masih belum bisa juga? Keahlian apa aja, mau itu menjahit, membuat kue atau menggambar.

Kalau aku, aku ingin sekali bisa menggambar sejak kecil. Itu semua karena aku tumbuh bersama Manga yang membuatku suka membaca. Dari Manga ini pula aku belajar menjadi bucin. Iya, aku bucin banget jadinya sama cowok di Manga atau anime.

Tapi, kebucinan ini juga yang membuatku merana. Aku memiliki impian ingin bisa menggambar cowok Manga dan menulis kisahku sendiri dengan bentuk ala Manga.

Sayangnya, kemampuanku hanya sampai di menggambar gunung dua, sawah, rumah satu, matahari di tengah gunung dan jalanan yang membelah sawah menjadi dua.


Aku Ingin Bisa Menggambar Biar Bisa Bikin Buku Bergambar

Setelah bertahun-tahun merasa nyaman dengan ketidak-mampuan-ku menggambar. Akhirnya, keinginan itu muncul lagi usai melihat buku Love Is terbit.

Walaupun sebelumnya sempat muncul keinginan bisa menggambar karena hasil gambar di Pinterest. Tapi, surut kembali usai menyadari kemampuan diriku.

Tapi, usai melihat buku Love Is, keinginan itu enggak surut. Justru masih muncul terus menjadikan hasrat yang entah kenapa membuatku ingin bisa menggambar.

Apalagi, sejak aku memiliki buku-buku mewarnai yang isinya gambar Zentangle. Keinginan untuk bisa membuat pola seperti itu makin menjadi. Tapi, sisi dalam diriku meragukannya. Apalagi aku tak lagi muda dan sudah kepala 3. Mana mungkin bisa belajar gambar?


Belajar Tanpa Batas Usia

Aku termasuk setuju dengan kutipan ini. Sering digaungkan terutama bagi blogger agar mau menggali ilmu tentang dunia blogging. Tapi, aku enggak pernah berpikir kalau keahlian seperti menggambar bisa dipelajari juga.

Soalnya, beberapa tips menggambar yang aku lihat di Youtube. Seringnya membuatku makin bingung. Makin sulit rasanya. Alhasil, aku masih simpan keinginan itu untuk diri sendiri.

Ternyata rasa ragu bisa dikalahkan dengan rasa penasaran, ya? Berawal dari rasa penasaran isi chat mentor kelas Canva dengan seorang yang gambarnya dikomentari oleh beliau. Membuatku penasaran, kok dia bisa ya menggambar lucu seperti itu?

Rasa penasaran itu juga membuatku mengamati tampilan profilnya di Facebook. Ternyata, dia mengadakan satu kelas yaitu kelas menggambar. Aku ragu awalnya, takut justru enggak berjalan baik untukku karena aku benar-benar enggak bisa menggambar.

Kalau chat sama Tanya Veronika aku bisa. Tapi, membuat lingkaran sampai garis lurus pun aku termasuk nihil. Hasilnya selalu membuatku sedih. 


Enggak Ada Salahnya Mencoba

Namanya hasil enggak akan ketauan kalau enggak dicoba, ya kan? Akhirnya, berbekal kenekatan yang entah kenapa selalu ada dalam diriku ini. Aku mengikuti kelas menggambar online ini.

Jangan ditanya apakah aku benar-benar berani dan percaya diri? Jawabannya enggak banget. Enggak percaya diri, enggak yakin sama diri sendiri, enggak yakin kalau kelas ini bisa membuatku benar-benar bisa menggambar sesuatu.

Tapi, dari banyaknya ketidakyakinan itu ada satu terselip dalam diriku, rasa penasaran untuk mencoba. Yaudah lah ya, aku enggak akan rugi dan pastinya akan tahu apakah aku harus terus bermimpi atau berhenti bermimpi?


Menggambar Bukan Keahlian Turunan

Aku setuju kalau seni itu bisa dibilang turunan. Dalam artian, seorang anak yang sudah terbiasa tumbuh di lingkungan yang punya selera seni yang tinggi biasanya ikut memahami tentang seni. Baik itu menggambar, melukis atau seni apa saja.

Sementara, yang jarang tersentuh kesenian. Tetap bisa mendalami seni itu. Karena, seni itu bisa dipelajari meski tergantung dengan selera atau kemampuan si kreatornya.

Aku salah satunya. Kekuranganku adalah memadupadankan warna. Aku agak kurang berani dalam berimajinasi atau kurang memahami bagaimana menuangkan imajinasiku. 

Tapi, dari kelas menggambar ini aku jadi paham kalau aku pun bisa. Betul kalau belajarnya harus dipraktekkan sering-sering. Karena menggambar itu praktek bukan sebuah teori. Betul juga, kalau hasil gambarnya pun enggak sekelas dengan seorang seniman.

Namun, bagiku yang cukup gagal dalam menggambar apa saja. Hingga membuatku patah semangat. Justru membuatku merasa bersyukur. Bahwa, aku bisa asal aku mau berusaha dan mempelajarinya.

Semua itu mungkin kalau memang mau belajar. Dan proses yang dijalani pun harus dinikmati. Ada rasa iri yang suka menelusup diam-diam setiap melihat hasil karya orang lain. Hingga mempertanyakan apakah aku bisa?


Kini Aku Bisa Meski Bukan Ahli

Sekarang aku sedang menyukai kegiatanku menggambar di aplikasi handphone. Berbekal jempol dan bantuan penggaris. Meski hasilnya bukan seperti hasil mereka yang memang mampu menggambar. Tapi, ini membantuku sekali.

Menggambar dan mewarnai justru menyadarkan aku satu hal. Dari kegiatan itu aku belajar untuk bersabar. Aku tak berbohong, saat menggambar dan mewarnai, tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru. Harus santai dan fokus.

Dari kegiatan ini aku juga belajar banyak hal. Terutama menghargai sebuah proses dan belajar bersabar tanpa terburu-buru ingin begini dan begitu.

Ah...ternyata aku baru sadar. Kalau menggambar dan mewarnai pun bisa membawa dampak yang baik buatku.

Buatmu yang masih punya impian dan belum terwujud. Semangat ya. Teruslah mencari celah dan berusaha jika itu adalah impian yang sangat diinginkan. 

Semangat ya.

Related Posts

Posting Komentar